Tugas Kelompok Teori Ekonomi 1
Oleh
:
Dyah
Ayu Kusuma Wardani (22212330)
Kahlil
Fauzan (24212013)
Mega
Ayu Puspita (24212507)
Mufingatun
(24212750)
Kelas
: SMAK06
Universitas
Gunadarma
Jl. TB simatupang
Kav. 38 Jakarta selatan, Jakarta –
Indonesia, Telp
(021) 7801923
(021) 7801923
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN HARGA EMAS TERHADAP
SEKTOR MONETER
Emas merupakan salah
satu bahan mineral tambang yang tidak dapat diciptakan tetapi didapat dari
hasil penambangan, sehingga keberadaan emas terbatas. Emas banyak digunakan
untuk mengendalikan defisit keadaaan ekonomi suatu negara. Emas berpengaruh
terhadap nilai tukar (kurs). Emas juga digunakan sebagai standar keuangan atau
ekonomi, cadangan devisa dan alat pembayaran yang paling utama di beberapa
negara.
Melemahanya kurs dollar AS dapat mendorong kenaikan harga
emas dunia. Ketika suku bunga naik, ada usaha besar untuk menyimpan uang pada
deposito ketimbang emas yang tidak menghasilkan bunga. Ini akan menimbulkan
tekanan pada hargaa emas. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas akan
cendrung naik.
Apabila terjadi kemerosotan
yang tajam nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar AS, pemerintah akan menaikan tingkat suku bunga secara
signifikan dengan harapan menekan laju kenaikan nilai tukar dollar AS. Akibatnya, walaupun tingkat
suku bunga naik, harga emas juga naik. Terlihat juga tingkat suku bunga tidak
berpengaruh pada harga emas di Indonesia. Hal tersebut seperti yang terjadi di
Indonesia pada tahun 1998. Tetapi, lebih banyak dipengaruhi harga emas dunia
sehingga pengaruh nilai tukar dollar AS
terhadap rupiah sangat besar. Saat terjadi krisis moneter harga emas akan naik
tidak terkendali.
Kenaikan harga emas
akan mendorong investor untuk memilih berinvestasi emas dibandingkan saham atau
yang lainnya. Sebab, dengan risiko yang relatif rendah, emas dapat memberikan
hasil yang baik dengan kenaikan harganya. Karena banyak investor yang
mengalihkan investasinya ke dalam bentuk emas, menyebabkan turunnya indeks
saham di negara tersebut karena aksi jual yang dilakukan investor.
Pegadaian emas semakin
meningkat karena nilai taksiran emas mengalami peningkatan. Meskipun jasa gadai
mengalami peningkatan, tetapi jasa penjualan logam mulia yang dimiliki
pegadaian tidak mengalami perubahan bahkan mengalami penurunan. Daya beli
masyarakat turunn, hal ini terlihat dari waktu harga emas yang menurun
masyarakat tidak melakukan pembelian apalagi di saat harga emas naik.
Apabila masyarakat
membeli emas lalu menggadaikan emasnya ke bank, dan dari uang yang diperoleh
tersebut dibelikan emas lagi dan digadaikan lagi ke bank. Masyarakat tersebut
hanya menguntungkan dirinya saja, begitu harga emas anjlok dia tidak mau
membaya emas yang digadaikannya. Jadi, uang yang diperolehnya hanya berputar di
sektor moneter saja tanpa ada imbasnya pada sektor riil.
Mahalnya emas bisa
disebabkan oleh makin langkanya sumber daya emas, tidak imbangnya supply dan demand, dan tidak percayanya masyarakat terhadap uang kertas. Dan
besarnya kenaikah harga emas bisa diluar perkiraan kita, karena emas merupakan
sarana lindung nilai (Hedging) dan
pembelinya adalah masyarakat di seluruh dunia bahkan bank-bank central
memborong emas untuk cadangan devisa negara mereka.
Sebagai komoditas
dengan fungsi pelindung nilai, sejatinya harga emas memang seharusnya meningkat
sebanding dengan inflasi. Emas dapat menjadi perlindungan terhadap inflasi.
Tetapi logam mulai ini tidak menawarkan pendapatan.
Ekonom dari Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan,
mengatakan kontribusi emas terhadap angka inflasi sangatlah kecil meski
diketahui belakangan ini harga emas terus mengalami peningkatan. Menurutnya
berdasarkan hitungan CPI (Consumer Price
Index), jika dibandingkan dengan bobot makanan, maka emas masih tergolong
kecil. Harga pangan masih menjadi penyumbang terbesar dari angka inflasi. Meski
harga emas mengalami kenaikan tajam, diprediksi kondisi ini tidak akan bertahan
lama. Ke depannya akan terjadi kondisi penyeimbang di mana bursa saham kembali
diminati oleh para investor.
Korelasi emas dengan sektor moneter dan pasar keuangan (financial market) juga didasari sifat
harga emas yang tidak punya efek inflasi (zero
inflation effect), dimana bila terjadi kenaikan harga maka harga emas akan
cenderung meningkat.
Atas dasar hal tersebut, maka pada saat kondisi ekonomi
memburuk atau terjadi ketidakpastian akan prospek perekonomian maka semua pihak
akan cenderung memegang emas sebagai aset daripada bentuk aset lainnya.
Sumber :


0 komentar:
Posting Komentar