Definisi business cycle atau trade cycle (siklus perekonomian atau siklus perdagangan) menurut Wesley C. Mitchell dan Arthur F. Burns dalam Ricardo (2007) adalah:
“Business cycles area type of fluctuation found in the aggregate
economic activity of nations that organize their work mainly in business
enterprise ; a cycle consists of expansion occuring at about the same time in
many economic activities, followed by similarly general recessions,
contractions, and revival which merge into the expansion phaze of the nextcycle
; this sequence of changes is recurrent but not periodic ; in duration business
cycle vary from more than one year to ten or twelve years ; they are not
divisible into shorter cycles of similar character with amplitudes
approximating their own”
Definisi business cycle yang
tercantum dalam kamus ekonomi adalah sebagai fluktuasi dari tingkat kegiatan
perekonomian (PDB riil) yang saling bergantian antara masa depresi dan masa
kemakmuran (booms). Business cycle atau sikus ekonomi dapat pula diartikan
sebagai fluktuasi aktivitas ekonomi dari trendpertumbuhan
jangka panjangnya. Kata siklus sendiri mengandung arti pergantian secara silih
berganti antara periode pertumbuhan output yang cepat (inflasi) dengan periode
penurunan output (resesi). Adapun variabel yang digunakan untuk mengatur
fluktuasi ekonomi adalah GDP riil. Salah satu peran utama pemerintah adalah
unuk mengatasi business cycle dan
mengurangi fluktuasi yang terjadi (Ricardo, 2007).
Didalam
perkembangannya siklus ekonomi didefinisikan dengan mengacu pada output gap dan
kegiatan ekonomi. Secara garis besar, siklus ekonomi terbagi atas emapt fase :
(1) Slowdown atau perlambatan ekonomi (2) recession atau resesi (3) recovery
atau perbaikan ekonomi dan (4) expansion atau ekspansi ekonomi. Setiap fase
memiliki karakteristik tingkat suku bunga, inflansi dan kegiatan ekonomi yang
berbeda.
Output gap
merupakan faktor penentu inflasi dan siklus moneter, serta menjadi faktor
penentu pula bagi siklus laba perusahaan (corporate earnings cycle). Output gap
mempengaruhi laju inflasi, pergerakan suku bunga dan kegiatan ekonomi karena
output gap mengukur tekanan terhadap sumber daya, tenaga kerja dan modal pada
suatu periode. Jadi jika aktivitas ekonomi berada di bawah trend, maka tercipta
ada slack dalam pasar tenaga kerja (di mana tingkat pengangguran lebih tinggi
dari normal) maka perusahaan akan beroperasi dengan kapasitas ekstra. Hal ini
cenderung mengakibatkan penurunan harga barang dan inflasi gaji karena tenaga
kerja bersaing mendapatkan pekerjaan dan perusahaan berusaha memanfaatkan
kapasitas ekstra yang dimilikinya dengan menawarkan barang produksinya dengan
harga yang lebih kompetitif.
Ada empat tahapan dalam siklus perekonomian:
1. Tahap pertama
dalah masa depresi (depession),
yaitu suatu periode penurunan permintaan agregat yang cepat yang diikuti dengan
rendahnya tingkat output dan tingkat pengangguran yang tinggi yang secara
bertahap mencapai dasar yang paling rendah.
2. Tahap yang
kedua adalah tahap pemulihan (recovery),
yaitu peningkatan permintaan agregat yang diikuti dengan peningkatan output dan
penurunan tingkat pengangguran.
3. Tahap yang
ketiga adalah masa kemakmuran (prosperity),
yaitu permintaan agregat yang mencapai dan kemudian melewati taraf output yang
terus menerus (PDB potensial) pada saat puncak siklus telah dicapai, dimana
tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dicapai dan adanya kelebihan permintaan
mengakibatkan naiknya tingkat harga-harga umum (inflasi).
4. Tahap keempat
adalah masa resesi (recession),
dimana permintaan agregat menurun, yang mengakibatkan penurunan yang kecil dari
output dan tenaga kerja, seperti yang terjadi pada tahap awal, seiring dengan
hal ini maka akan muncul masa depresi.
Setiap siklus memiliki dua jenis titik balik (turning points),
yaitu titik puncak (peak) dan titik lembah (trough). Kedua
titik balik ini menandakan sinyal apabila arah dari pergerakan siklikal suatu
indikator berubah dari periode ekspansi ke periode kontraksi atau jika terjadi
sebaliknya. Kedua titik balik ini hanya dapat ditentukan menggunakan data time series yang
merupakan deviasi dari trendnya, yaitu merupakan definisi dari business cycle yang
digunakan dalam penelitian ini. Tahapan ini akan datang silih berganti
sepanjang waktu dalam perekonomian suatu negara (Ricardo, 2007).
Sumber
:

1 komentar:
like 4 stroke enggine.
Posting Komentar