Prinsip dari organisasi menawarkan
petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas struktur organisasi.
Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi
yang efisien. Pakar manajemen (Henry Fayol, FW Taylor, UL Urwick dan lainnya)
telah menulis beberapa statement khusus yang terkait dengan fungsi organisasi
dalam manajemen. Beberapa prinsip itu antara lain:
1.
Kesatuan tujuan :
tujuan dari perusahaan mempengaruhi struktur organisasi dan karena itu tujuan
perusahaan harus ditentukan dengan jelas dan kuat terlebih dahulu. Hal ini
memberikan arahan yang jelas kepada seluruh aspek organisasi dan nantinya akan
dibandingan dengan pencapaian dari tujuan tersebut. Perilaku organisasi adalah
alat untuk mencapai tujuan. Tujuan mungkin akan dibagi dalam tujuan departemen
atau tujuan organisasional. Seharusnya ada kesatuan antar tujuan. Tujuan juga
seharusnya dibuat jelas untuk seluruh orang sehingga mereka mampu untuk
mengerjakan yang terbaik dalam mencapai tujuan tersebut.
2. Divisi kerja dan Spesialisasi : divisi kerja mengacu pada spesialisasi.
Pembagian tugas berkaitan dengan proses membagi tugas ke dalam suatu unit tugas
yang secara berturut-turut lebih kecil. Salah satu manfaat utama dari
mengorganisasikan tugas adalah bahwa kelompok orang yang bekerja sama melalui
pembagian kerja mampu menghasilkan lebih dari yang mereka hasilkan sendiri. Hal
ini berkaitan erat dengan sejauh mana tugas-tugas seharusnya dispesialisasikan.
Spesialisasi rendah jika pekerja melakukan beraneka ragam pekerjaan, dan
spesialisasi tinggi jika pekerja hanya melakukan satu tugas saja. Setiap
departemen dari organisasi seharusnya diberikan sebuah fungsi yang spesifik.
Hal ini akan menaikkan tingkkat efisiensi dan kualitas kerja dari perusahaan.
Pada saat yang bersamaan, spesialisasi tidak boleh menimbulkan akibat yang
kurang baik pada keseluruhan sistem yang terintegrasi. Koordinasi harus
dibangun diantara setiap departemen dan aktivitas. Spesialisasi sangat
dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dari keseluruhan struktur organisasi.
3. Delegasi
Kewenangan: seharusnya ada pembagian kewenangan yang wajar dalam
setiap organisasi, khususnya untuk organisasi dengan skala yang besar. Ide
dasar dari delegasi adalah untuk melihat kekuatan pengambilan keputusan
ditempatkan dalam porsi yang wajar. Delegasi adalah berguna agar pekerjaan
diselesaikan melalui orang lain. Satu manajer yang sukses secara normal tidak
melaksanakan pekerjaan oleh dirinya sendiri. Dia mendelegasikan otoritas dan
tanggung jawab untuk orang dibawahnya. Dia juga memotivasi bawahannya dan
melihat apakah mereka mengambil inisiatif, mengerjakan secara efisien dan
mendukung pencapain tujuan organisasi.
4. Koordinasi: Koordinasi
mempengaruhi integrasi pada fungsi dasar manajemen. Prinsip dari koordinasi
adalah penting saat ini untuk memfasilitasi pencapaian dari keseluhan tujuan
organisasi. Koordinasi tidak akan terjadi secara otomatis. Untuk ini, perlu
untuk membangun hubungan yang baik dalam organisasi.
5. Kesatuan
Komando : kesatuan komando
mengindikasikan bahwa setiap bawahan hanya memiliki satu ayasan yang
perintahnya harus dikerjakan. Karyawan seharusnya tidak memiliki lebih dari
satu atasan untuk melakukan laporan atau fungsi perintah atau pemberian arahan.
Laporan kepada lebih dari satu atasan akan memunculkan kebingungan.
6. Fleksibilitas: struktur
organisasi seharusnya fleksibel dan tidak kaku. Struktur harus dapat selalu
beradaptasi dengan perubahan situasi dan memungkinkan adanya perubahan atau
pergantian tanpa memunculkan gangguan yang serius.
7. Simple/sederhana: struktur
organisasi harus dibuat sederhana untuk pemahaman yang lebih jelas dari
karyawan. Struktur juga seharusnya lebih mudah untuk diatur. Komunikasi
internal akan lebih mudah jika struktur organisasi lebih sederhana. Struktur
organisasi harus sesederhana mungkin.
8. Rentang Kendali: rentang
kendali sebisa mungkin untuk lebih sedikit dan adil. Ini berarti manajer
seharusnya tidak dituntut untuk mengawasi bawahan dalam jumlah besar.
9. Chain of
command: prinsip dari chain of command adalah batas kewenangan dari kepala
eksekutif kepada atasan level pertama sudah didefinisikan dengan jelas. Batas
kewenangan harus didefinisikan dengan wajar untuk menghindari kebingungan.
10. Prinsip pengecualian : eksekutif pada level yang level lebih
tinggi sibuk dengan hal-hal yang penting dan memiliki batas waktu untuk
mempelajari hal-hal administratif rutin. Masalah yang sangat rumit dan luar
biasa kompleks harus diselesaikan oleh top management dan masalah rutin harus
dihadapi oleh eksekutif yunior pada tingkat yang lebih rendah. Lebih dari itu,
waktu dari top management ditabung. Mereka dapat mempergunakan waktu mereka
untuk menghadapi masalah yang lebih penting dan kompleks.
11. Wewenang &
Tanggung Jawab:wewenang bertindak sebagai alat kuat yang digunakan
manajer untuk mencapai tujuan tertentu. Wewenang dari setiap manajer harus
didefinisikan dengan jelas. Karyawan tidak bisa lari dari tanggung jawab hanya
dengan mendelegasikan wewenang kepada bawahannya. Sebaliknya, tanggung jawab
atasan pada perilaku bawahannya adalah mutlak.
12. Efisiensi: struktur
organisasi seharusnya mampu untuk meningkatkan fungsi secara lebih efisien.
Untuk itu, struktur harus sesuai dengan nature, ukuran, aktifvitas, dll dari
organisasi.
13. Keseimbangan
yang wajar: keseimbangan yang wajar dibutuhkan dalam aspek yang berbeda dalam
organisasi. Ini berarti harus ada keseimbangan yang beralasan dalam ukuran dan
dungsi departemen, sentralisasi dan desentralisasi organisasi, rentang kendali,
chain of command dan akhirnya antara aset manusia dan material.
14. Pemisahan
fungsi lini dan staf: fungsi lini seharusnya dipisahkan dengan fungsi staff
walaupun mereka memiliki karakter yang mirip. Fungsi lini langsung terhubung
dengan kegiatan operasi sedangkan fungsi staf adalah pelengkap dari fungsi
lini. Fungsi ini harus dikoordinaiskan jika dibutuhkan tetapi secara normal
harus dipisahkan.
Sumber : http://pcnucilacap.com/14-prinsip-organisasi

1 komentar:
Saya TINTIN RAHMAYANTI Saya ingin menyaksikan karya bagus ALLAH dalam hidup saya untuk umat saya yang tinggal di sini di Indonesia, Asia dan di beberapa negara di seluruh dunia.
Saat ini saya tinggal di Indonesia. Saya seorang wanita Bisnis dengan tiga anak dan saya terjebak dalam situasi keuangan di bulan DESEMBER 2017 dan saya perlu membiayai kembali dan membayar tagihan saya,
Saya adalah korban penipuan pemberi kredit 4-kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Saya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang yang saya berutang, saya dibebaskan dan saya bertemu dengan seorang teman, yang saya jelaskan situasi saya dan kemudian mengenalkan saya ke perusahaan pinjaman ALEXANDER ROBERT LOAN FIRM yang andal.
Bagi orang-orang yang mencari pinjaman? Jadi Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman di internet penipuan di sini, tapi mereka masih sangat nyata di perusahaan pinjaman palsu.
Saya mendapat pinjaman dari ALEXANDER ROBERT LOAN FIRM sebesar Rp800.000.000 dengan sangat mudah dalam waktu 24 jam yang saya terapkan, jadi saya memutuskan untuk membagikan karya bagus ALLAH melalui ALEXANDER ROBERT LOAN FIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya saran jika anda membutuhkan pinjaman silahkan hubungi ALEXANDER ROBERT LOAN FIRM. hubungi mereka melalui email:. (alexanderrobertloan@gmail.com)
Anda juga bisa menghubungi saya melalui email saya di (tinrahma222@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau menginginkan prosedur untuk mendapatkan pinjaman.
Posting Komentar