Tinkerbell Glitter
Rabu, 23 April 2014

META-ANALISIS BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH


META-ANALISIS BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH



Oleh
Mufingatun
Jurusan Akuntansi(SMAK06)
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma


ABSTRAK

Dalam meta-analisis disini menggunakan lima artikel ilmiah (jurnal) sebagai sampel. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan dari berbagai hal dalam bank konvensional dan bank syariah, seperti Perbandingan Rasio Bunga ,Tingkat Pengembalian Pembiayaan, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito .Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009 serta Portofolio Aset antara bank konvesional dan bank syariah. Hasil yang didapat dari analisis ini adalah bahwa bank konvesional dan bank syariah mempunyai kinerja serta pontensi yang berbeda dandapat meningkatkan kekuatan untuk menarik nasabah dengan cara yang berbeda pula. Dan pada saat terjadi krisis finansial global tahun 2006-2009 bank syariah tidak secara langsung mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil. Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang masih kurang liquid jika  dibandingkan dengan perbankan syariah pada saat krisis finansial global  terjadi.

1.   Pendahuluan

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998).

Perbankan Indonesia berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat dengan tujuan menunjukan pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

Dilihat dari segi dalam menentukan harga, baik harga jual  maupun harga beli, bank terbagi ke dalam dua jenis,  sebagai berikut:

1. Bank Konvensional
Bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga. Bank ini  beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menghimpun dan  menyalurkan dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito,  simpanan giro, kredit,dll

2. Bank Syariah
Bank yang dalam operasionalnya tidak menetapkan metode bunga  tertentu tetapi di dasarkan dengan prinsip-prinsip syariah. Prinsip syariah yaitu   aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain  untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha atau kegiatan perbankan  lainnya.

Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan dari berbagai hal dalam bank konvensional dan bank syariah, seperti Perbandingan Rasio Bunga ,Tingkat Pengembalian Pembiayaan, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito .Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009 serta Portofolio Aset antara bank konvesional dan bank syariah.

2.  Metode Penelitian

                  Metode yang digunakan dalam penilitian meta-analisis dengan data sekunder. Data yang diperoleh yaitu lima buah artikel yang di dapat dari internet. Metode yang sering digunakan oleh kelima artitel tersebut adalah dengan data sekunder untuk pengumpulan data. Pengambilan sampel terbanyak dari kelima jurnal diatas adalah dengan data seluruh bank syariah dan sepuluh bank konvensional di Malaysia. Dan variable yang paling banyak digunakan adalah rasio keuangan.

3.  Hasil Penelitian

Hasil penelitian dari jurnal yang pertama dengan judul Analisa Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi Kasus Malaysia oleh Tanti Irawati Muchlis dan Tiffani Dika (2009) menunjukan bahwa perkembangan rasio bunga yang terjadi pada bank konvensional dn bank syariah mengalami penurunan beban bunga dan pendapatan bunga pada periode Januari 2004,2005 dan 2006.Dan terjadi kenaikan pada Desember 2003, 2004,2005 dan 2006. Penurunan terjadi karena salah satu factor yaitu karena adanya Januari efek. Serta menunjukkan bahwa rasio beban bunga pada bank konvensional (Bank M1) lebih tinggi dibandingkan dengan bank syariah (Bank M2). Hal ini berarti bahwa bank syariah (Bank M2) dalam penghimpunan dananya lebih efisien dibandingkan dengan Bank Konvensional (Bank M1).

Hasil penelitian dari jurnal  yang kedua dengan judul Analisa Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bank Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Bank Konvensional oleh Laily Dwi Arsyianti dan Irfan Syauqi Beik (2012) menunjukan bahwa bank syariah menghadapi nasabah yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. Dilihat dari segi  NPL atau NPF, bank syariah  lebih berhati-hati dalam memilih nasabah pembiayaannya. Bank lebih cermat memperhitungkan nasabah pembiayaannya agar tidak terjerumus dalam pembiayaan macet yang baru.

Hasil penelitian dari jurnal  yang ketiga dengan judul Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Bank Konvensional Terhadap Deposito Mudharabah pada Bank Syariah Di Indonesia oleh Aprilia Tri Rahayu dan Bambang Pranowo (2012) menunjukan pada bank konvensional sendiri dilihat dari tingkat suku bunga tersebut, jika tingkat suku bunga pada  bank konvensional lebih tinggi, maka nasabah memilih untuk menyimpan dananya di bank konvensional. Terlihat dari penelitian ini dimana terbukti suku bunga berpengaruh negatif pada volume deposito mudharabah. Hubungan yang terjadi  antara volume deposito mudharabah tahun X dengan volume deposito mudharabah sebelum tahun X adalah jika Semakin besar volume deposito mudharabah sebelum X , maka volume deposito mudharabah tahun X semakin besar.

Hasil penelitian dari jurnal  yang keempat dengan judul Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dengan Perbankan Syariah Sebelum  dan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009 oleh Agung Yulianto (2012) menunjukan bahwa perbandingan kinerja perbankan konvensional dengan  perbankan syariah periode sebelum krisis (2006-2007) menunjukkan ada  perbedaan pada rasio CAR, BOPO, dan LDR. Perbandingan saat krisis  finansial global (2008-2009) menunjukkan ada perbedaan pada rasio CAR,  BOPO, ROA, dan LDR.  Periode sebelum dan saat krisis finansial global  (2006-2009) menunjukkan ada perbedaan rasio CAR, BOPO dan LDR.

Perbedaan rasio CAR antara perbankan konvensional dengan perbankan  syariah menunjukkan perbankan konvensional masih berada diatas perbankan syariah dalam aspek permodalan mengingat perbankan konvensional sudah cukup lama berdiri di Indonesia. Perbedaan rasio BOPO menunjukkan manajemen perbankan konvensional masih lebih efisien  dalam pengelolaan dana dibandingkan perbankan syariah.  Perbedaan rasio  LDR menunjukkan bahwa perbankan konvensional masih kurang liquid jika  dibandingkan dengan perbankan syariah pada saat krisis finansial global  terjadi.
Hal tersebut dikarenakan tingkat suku bunga yang tinggi dan perkiraan kebutuhan likuiditas yang dipengaruhi oleh perilaku penarikan nasabah, sifat dan jenis sumber dana yang dikelola bank sangat berpengaruh pada kinerja perbankan konvensional. Sedangkan pada perbankan syariah tidak secara langsung mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil.

Hasil penelitian dari jurnal yang kelima dengan judul Analisis Portofolio Aset Bank Syari`Ah dan Bank Konvensional di Indonesia oleh Viviana Dwi Pitraditya(2013) menunjukan bahwa portofolio aset bank syari`ah dan bank konvensional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun meskipun pada tahun 2007 dan 2008 bank konvensional mengalami penurunan karena dampak globalisasi.

Sekarang tanggapan  masyarakat semakin antusias untuk menyimpan atau menabung di bank syari`ah tanpa memandang bunga atau riba. Rasio keuangan juga menunjukan bahwa nilai bank konvensional lebih tinggi dari bank syari`ah. FDR atau deposito juga terlihat dana yang diterima oleh bank syari`ah dari tahun 2005 sampai 2009 terus meningkat dikarenakan dana pengeluaran bank syariah lebih tinggi dari suatu pemasukan yang diterimanya.

Data rasio BOPO, bank syari`ah lebih stabil dari pada bank konvensional. Menunjukan nilai perbandingan bank kovensional yang melebihi standart idealnya sehingga menghasilkan biaya yang tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh bank konvensional.

Rasio ROA dan ROE mengalami penurunan diakibatkan krisis global yang berdampak pada bank syari`ah dan bank konvensional

4.  Penutup
           
Dari hasil penelitan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bank konvesional dan bank syariah mempunyai kinerja serta pontensi yang berbeda dandapat meningkatkan kekuatan untuk menarik nasabah dengan cara yang berbeda pula. Dan pada saat terjadi krisis finansial global tahun 2006-2009 bank syariah tidak secara langsung mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil. Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang masih kurang liquid jika  dibandingkan dengan perbankan syariah pada saat krisis finansial global  terjadi.  Hal tersebut dikarenakan tingkat suku bunga yang tinggi dan perkiraan kebutuhan likuiditas yang dipengaruhi oleh perilaku penarikan nasabah, sifat dan jenis sumber dana yang dikelola bank sangat berpengaruh pada kinerja perbankan konvensional.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyianti, Laily Dwi dan Irfan Syauqi Beik.2012. Analisa Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bank Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Bank Konvensional. http://fai.uika-bogor.ac.id/.Bogor.




Muchlis, Tanti Irawati dan Tiffani Dika.2009.Analisa Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi Kasus Malaysia. Respository.widyatama.ac.id.
Pitraditya, Viviana Dwi.2013. Analisis Portofolio Aset Bank Syari`Ah dan Bank Konvensional di Indonesia. Ejournal.unesa.ac.id/.Surabaya.
Rahayu, Aprilia Tri dan Bambang Pranowo.2012. Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Bank Konvensional Terhadap Deposito Mudharabah pada Bank Syariah Di Indonesia. Universitas Negeri Malang JESP Vol.4,No.1,2012.Malang.
Yulianto, Agung.2012. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dengan Perbankan Syariah Sebelum dan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang http://akuntansipolines.org/Keunis/V1N1T2012/ANALISIS_PERBANDINGAN_KINERJA_KEUANGANBANK_%20SYARIAH.pdf.Semarang.



L

Lampiran Hasil Penelitian Meta-Analisis Bank Konvensional Dan Bank Syariah  

1.   Jurnal pertama dengan judul “Analisa Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi Kasus Malaysia”



2.      Jurnal kedua dengan judul “Analisa Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bank Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Bank Konvensional”



3.  Jurnal ketiga dengan judul “Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Bank Konvensional Terhadap Deposito Mudharabah pada Bank Syariah Di Indonesia”



4.      Jurnal keempat dengan judul “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan
Konvensional dengan Perbankan Syariah Sebelum dan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009”




5.      Jurnal kelima dengan judul “Analisis Portofolio Aset Bank Syari`Ah dan Bank
Konvensional di Indonesia”



0 komentar:

Posting Komentar

 
;