META-ANALISIS BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH
Oleh
Mufingatun
Jurusan Akuntansi(SMAK06)
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Dalam
meta-analisis disini menggunakan lima artikel ilmiah (jurnal) sebagai sampel. Tujuannya
adalah untuk mengetahui perbedaan dari berbagai hal dalam bank konvensional dan
bank syariah, seperti Perbandingan Rasio Bunga ,Tingkat Pengembalian Pembiayaan, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito .Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan
Saat Krisis Finansial Global Tahun
2006-2009 serta Portofolio Aset antara bank konvesional dan bank syariah. Hasil yang didapat dari analisis ini adalah bahwa bank konvesional dan bank syariah mempunyai kinerja serta pontensi yang berbeda dandapat meningkatkan kekuatan untuk menarik nasabah dengan cara yang berbeda pula. Dan pada saat terjadi krisis finansial global tahun 2006-2009 bank syariah tidak secara langsung mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil. Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang masih kurang liquid jika dibandingkan dengan perbankan syariah pada saat krisis finansial global terjadi.
1. Pendahuluan
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak (Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998).
Perbankan Indonesia berfungsi sebagai penghimpun dan
penyalur dana masyarakat dengan tujuan menunjukan pelaksanaan pembangunan
nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Dilihat
dari segi dalam menentukan harga, baik harga jual maupun harga beli, bank terbagi ke dalam dua
jenis, sebagai berikut:
1. Bank Konvensional
Bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga. Bank
ini beroperasi dengan mengeluarkan
produk-produk untuk menghimpun dan menyalurkan
dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro, kredit,dll
2. Bank Syariah
Bank
yang dalam operasionalnya tidak menetapkan metode bunga tertentu tetapi di dasarkan dengan
prinsip-prinsip syariah. Prinsip syariah yaitu aturan
perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana atau pembiayaan usaha
atau kegiatan perbankan lainnya.
Tujuannya adalah untuk mengetahui
perbedaan dari berbagai hal dalam bank konvensional dan bank syariah, seperti Perbandingan Rasio Bunga ,Tingkat Pengembalian Pembiayaan, Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito .Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan
Saat Krisis Finansial Global Tahun
2006-2009 serta Portofolio Aset antara bank konvesional dan bank syariah.
2. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam
penilitian meta-analisis dengan data sekunder. Data yang
diperoleh yaitu lima buah artikel yang di dapat dari internet. Metode yang
sering digunakan oleh kelima artitel tersebut adalah dengan data sekunder untuk
pengumpulan data. Pengambilan sampel terbanyak dari kelima jurnal diatas adalah
dengan data seluruh bank syariah dan sepuluh bank konvensional di Malaysia. Dan
variable yang paling banyak digunakan adalah rasio keuangan.
3. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dari jurnal yang
pertama dengan judul Analisa
Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi
Kasus Malaysia oleh Tanti Irawati Muchlis dan Tiffani Dika (2009) menunjukan
bahwa perkembangan rasio bunga yang terjadi pada bank konvensional dn bank
syariah mengalami
penurunan beban bunga dan pendapatan bunga pada periode Januari 2004,2005 dan
2006.Dan terjadi kenaikan pada Desember 2003, 2004,2005 dan 2006. Penurunan
terjadi karena salah satu factor yaitu karena adanya Januari efek. Serta menunjukkan bahwa rasio beban
bunga pada bank konvensional (Bank M1) lebih tinggi dibandingkan dengan bank
syariah (Bank M2). Hal ini berarti bahwa bank syariah (Bank M2) dalam
penghimpunan dananya lebih efisien dibandingkan dengan Bank Konvensional (Bank
M1).
Hasil penelitian dari jurnal yang
kedua dengan judul Analisa
Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bank Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan
dengan Bank Konvensional oleh Laily Dwi Arsyianti dan Irfan Syauqi Beik (2012) menunjukan bahwa bank syariah menghadapi
nasabah yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. Dilihat
dari segi NPL atau NPF, bank syariah lebih berhati-hati dalam memilih nasabah pembiayaannya.
Bank lebih cermat memperhitungkan nasabah pembiayaannya agar tidak terjerumus
dalam pembiayaan macet yang baru.
Hasil
penelitian dari jurnal yang ketiga dengan judul Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Bank Konvensional Terhadap
Deposito Mudharabah pada Bank Syariah Di Indonesia oleh Aprilia
Tri Rahayu dan Bambang Pranowo (2012)
menunjukan pada bank konvensional sendiri dilihat dari tingkat suku
bunga tersebut, jika tingkat suku bunga pada bank konvensional lebih tinggi, maka nasabah
memilih untuk menyimpan dananya di bank konvensional. Terlihat dari penelitian
ini dimana terbukti suku bunga berpengaruh negatif pada volume deposito mudharabah. Hubungan yang terjadi antara volume deposito mudharabah tahun X
dengan volume deposito mudharabah sebelum tahun X adalah jika Semakin besar
volume deposito mudharabah sebelum X , maka volume deposito mudharabah tahun X
semakin besar.
Hasil
penelitian dari jurnal yang keempat dengan judul Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional
dengan Perbankan Syariah Sebelum dan
Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009 oleh Agung Yulianto (2012) menunjukan
bahwa perbandingan
kinerja perbankan konvensional dengan
perbankan syariah periode sebelum krisis (2006-2007) menunjukkan
ada perbedaan pada rasio CAR, BOPO, dan
LDR. Perbandingan saat
krisis finansial global (2008-2009)
menunjukkan ada perbedaan pada rasio CAR,
BOPO, ROA, dan LDR. Periode sebelum dan saat krisis
finansial global (2006-2009) menunjukkan
ada perbedaan rasio CAR, BOPO dan LDR.
Perbedaan rasio CAR antara perbankan
konvensional dengan perbankan syariah
menunjukkan perbankan konvensional masih berada diatas perbankan syariah dalam
aspek permodalan mengingat perbankan konvensional sudah cukup lama berdiri di
Indonesia. Perbedaan rasio BOPO menunjukkan manajemen perbankan konvensional
masih lebih efisien dalam pengelolaan
dana dibandingkan perbankan syariah. Perbedaan
rasio LDR menunjukkan bahwa perbankan
konvensional masih kurang liquid jika
dibandingkan dengan perbankan syariah pada saat krisis finansial global terjadi.
Hal
tersebut dikarenakan tingkat suku bunga yang tinggi dan perkiraan kebutuhan
likuiditas yang dipengaruhi oleh perilaku penarikan nasabah, sifat dan jenis
sumber dana yang dikelola bank sangat berpengaruh pada kinerja perbankan
konvensional. Sedangkan pada perbankan syariah tidak secara langsung
mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil.
Hasil
penelitian dari jurnal yang kelima dengan judul Analisis Portofolio Aset Bank Syari`Ah dan Bank Konvensional di Indonesia
oleh Viviana
Dwi Pitraditya(2013) menunjukan bahwa portofolio
aset bank syari`ah dan bank konvensional mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun meskipun pada tahun 2007 dan 2008 bank konvensional mengalami penurunan
karena dampak globalisasi.
Sekarang tanggapan masyarakat semakin antusias untuk menyimpan
atau menabung di bank syari`ah tanpa memandang bunga atau riba. Rasio keuangan
juga menunjukan bahwa nilai bank konvensional lebih tinggi dari bank syari`ah.
FDR atau deposito juga terlihat dana yang diterima oleh bank syari`ah dari
tahun 2005 sampai 2009 terus meningkat dikarenakan dana pengeluaran bank
syariah lebih tinggi dari suatu pemasukan yang diterimanya.
Data rasio BOPO, bank syari`ah lebih
stabil dari pada bank konvensional. Menunjukan nilai perbandingan bank
kovensional yang melebihi standart idealnya sehingga menghasilkan biaya yang
tinggi yang tidak dapat dipenuhi oleh bank konvensional.
Rasio ROA dan
ROE mengalami penurunan diakibatkan krisis global yang berdampak pada bank
syari`ah dan bank konvensional
4. Penutup
Dari
hasil penelitan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bank konvesional dan
bank syariah mempunyai kinerja serta pontensi yang berbeda dandapat
meningkatkan kekuatan untuk menarik nasabah dengan cara yang berbeda pula. Dan
pada saat terjadi krisis finansial
global tahun 2006-2009 bank syariah tidak secara langsung
mempengaruhi kinerjanya karena lebih cenderung pada keadaan sektor riil. Hal ini
berbeda dengan bank konvensional yang masih kurang liquid jika dibandingkan dengan perbankan syariah pada
saat krisis finansial global terjadi. Hal
tersebut dikarenakan tingkat suku bunga yang tinggi dan perkiraan kebutuhan
likuiditas yang dipengaruhi oleh perilaku penarikan nasabah, sifat dan jenis
sumber dana yang dikelola bank sangat berpengaruh pada kinerja perbankan
konvensional.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyianti, Laily Dwi dan Irfan Syauqi Beik.2012. Analisa Tingkat Pengembalian Pembiayaan Bank
Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Bank Konvensional.
http://fai.uika-bogor.ac.id/.Bogor.
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2012-2-00510-AK%20Bab2001.pdf(
Selasa, 23:45)
Muchlis,
Tanti Irawati dan Tiffani Dika.2009.Analisa
Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi
Kasus Malaysia. Respository.widyatama.ac.id.
Pitraditya, Viviana
Dwi.2013. Analisis Portofolio Aset Bank
Syari`Ah dan Bank Konvensional di Indonesia. Ejournal.unesa.ac.id/.Surabaya.
Rahayu,
Aprilia Tri dan Bambang Pranowo.2012. Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga
Deposito Bank Konvensional Terhadap Deposito Mudharabah pada Bank Syariah Di
Indonesia. Universitas Negeri Malang JESP Vol.4,No.1,2012.Malang.
Yulianto, Agung.2012. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dengan
Perbankan Syariah Sebelum dan Saat Krisis Finansial Global Tahun 2006-2009.
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang http://akuntansipolines.org/Keunis/V1N1T2012/ANALISIS_PERBANDINGAN_KINERJA_KEUANGANBANK_%20SYARIAH.pdf.Semarang.
L
Lampiran Hasil Penelitian
Meta-Analisis Bank Konvensional Dan Bank Syariah
1. Jurnal
pertama dengan judul “Analisa
Perbandingan Rasio Bunga antara Bank Konvensional dan Bank Syariah : Studi
Kasus Malaysia”
2. Jurnal
kedua dengan judul “Analisa Tingkat
Pengembalian Pembiayaan Bank Syariah yang Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Bank
Konvensional”
3. Jurnal ketiga dengan judul “Analisis Pengaruh
Tingkat Suku Bunga Deposito Bank Konvensional Terhadap Deposito Mudharabah pada
Bank Syariah Di Indonesia”
4. Jurnal keempat dengan judul “Analisis Perbandingan
Kinerja Keuangan Perbankan
5. Jurnal kelima dengan judul “Analisis Portofolio Aset
Bank Syari`Ah dan Bank
Konvensional di Indonesia”
.jpg)







0 komentar:
Posting Komentar