Tinkerbell Glitter
Minggu, 29 September 2013

ALASAN KOPERASI SULIT BERKEMBANG DI INDONESIA



Tercatat sebanyak 200.808 koperasi yang berada di seluruh di Indonesia pada 30 Juni 2013. Banyak bukan ? tapi apakah semuanya aktif ? Tidak. Hanya 142.387 unit koperasi yang aktif dari 33 Provinsi di Indonesia. Dan 58.421 unit koperasi yang tidak aktif. Bayangkan angka sebanyak itu adalah unit koperasi yang tidak aktif . Koperasi yang dapat menjadi penghasilan para masyarakat di daerah tersebut, malah tidak aktif. Fungsi dan peran menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu :
1.      Mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat
2.      Berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat
4.      Mengembangkan perekonomian nasional
5.      Serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa

Peran dan fungsi yang bagus untuk bangsa Indonesia, bagi generasi kita untuk mecapai kemakmuran Indonesia. Memperkecil kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Peran dan fungsi tersebut akan sangat berperan dan berfungsi apabila dilaksanakan dengan baik oleh si pengelola koperasi tersebut. Jadi alasan yang pertama untuk judul diatas adalah, rendah pemahaman mengenai koperasi oleh para pengelola. Jadi, pengelola akan sangat dibutuhkan oleh koperasi karena dia yang memantau, memberi kebijakan dan mengadakan kegiatan di koperasi tersebut. Pemahaman dan keaktifan pengelola akan sangat membantu para anggota dan karyawan. Terlebih pengelola ini mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dengan para karyawan dan anggotanya. Dengan pemahaman, keaktifan dan komununkasi akan mengembangkan koperasi yang ada. Serta rutin mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) oleh koperasi aktif. Karena di sana akan ada evaluasi selama setahun koperasi. Jadi dengan di adakan RAT secara rutin akan menambal masalah-masalah yang ada pada koperasi. Bukan hanya dianggedakan tapi dilaksanakan.

Selanjutnya adalah SDM (Sumber Daya Manusia) koperasi yang memiliki pendidikan yang rendah dengan keahlian teknis, kompetensi, kewirausahaan dan manajemen yang seadanya. Jika SDM mempenyai keahlian teknis yang baik, mampu berkompetensi dan mempunyai manajemen yang baik, pasti koperasi akan mudah berkembang. Karena wirausaha dituntut kreatif dan inovatif untuk bersaing dengan pihak lain. Yang tentunya mempunyai SDM yang canggih-canggih dalam mengahasilkan suatu produk dan paham akan koperasi. 

Lalu terbatasnya akses koperasi, akses kepada sumberdaya produktif terutama terhadap bahan baku, permodalan, teknologi, sarana pemasaran serta informasi pasar. Akses sangat berguna untuk kelangsungan kegiatan koperasi. Untuk akses seperti bahan baku teknologi dan sarana yang memadai pasti membutuhkan dana untuk kegiatan tersebut. Kesulitan dana menjadi pokok permasalahan yang terjadi. Jika sudah tidak tersentuh oleh lembaga pembiyaan seperti meminjam pada Bank karena banyak syarat yang belum terpenuhi. Maka jalan satu-satunya adalah melalui rentenir. Bukan mengembangkan koperasi malah semakin menumpuk utang pada rentenir. Maka diperlukan adanya pengembangan dan peminjaman kredit dengan bunga yang kecil bagi koperasi. Setelah modal sudah didapat maka akan melaju ke bahan baku yang berkualitas. Nah , disini diperlukan adanya akses jaringan yang lebih dari satu untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan dengan harga yang miring. Kenapa ? karena kita bisa mendapatka untung untuk pengembalian peminjaman. Akses jaringan akan terjadi jika kita mempunyai informasi pasar. Terlebih jika kita sudah menjalin kerjasama yang baik.

Akses teknologi yang sederhana, masalah yang satu ini dapat memperhambat kinerja koperasi. Dengan adanya teknologi yang tinggi maka akan menambah nilai produk serta menunjang penghasilan para anggota dan karyawan. Dan dengan pemanfaatan akses jaringan dan informasi pasar yang baik maka akan membantu koperasi dalam usahanya. Teknologi yang tinggi akan mempercepat kegiatan koperasi dan memproduksi lebih banyak sehingga dapat mendukung penghasilan koperasi.

            Ya itulah sedikit dari alasan mengapa koperasi sulit berkembang di Indonesia, terutama dalam manajer yang baik akan memperoleh koperasi yang baik pula. Dan tidak akan sulit untuk mengembangkan koperasi di Indonesia selagi ada kemauan dari para manajer untuk mengelola dan mengembangkan koperasi. Kembangkan dan majukan koperasi Indonesia agar memakmurkan masyarakat Indonesia
:)

Sumber :
http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1318:pemerintah-tingkatkan-kualitas-sdm-koperasi&catid=50:bind-berita&Itemid=97

0 komentar:

Posting Komentar

 
;