Tinkerbell Glitter
Senin, 01 Juli 2013

BBM DAN BLSM



Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2013 pada sidang paripurna yang digelar Senin, 17 Juni 2013 lalu melalui voting. Dengan persetujuan tersebut, pemerintah dipastikan akan menaikkan harga BBM subsidi.

Dalam APBN-Perubahan 2013, pemerintah mematok kenaikan harga untuk Premium dan solar masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter dan Rp 1.000 per liter. Artinya, harga Premium akan menjadi sebesar Rp 6.500 per liter dan harga solar menjadi Rp 5.500 per liter.

Ketika BBM naik maka biaya hidup masyarakat akan meningkat. Tapi peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan penghasilan. Maka  yang sudah miskin semakin menjadi miskin.

Solusinya adalah BLSM.

BLSM adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat yaitu  kompensasi yang diberikan pemerintah kepada masyarkat miskin dengan tujuan agar masyarakat miskin tidak makin jatuh ke jurang kemiskinan.

Tetapi kenyataannya penyaluran BLSM tidak berjalan dengan efektif karena banyak sekali pemberian yang salah sasaran. Kebanyakan yang menerima BLSM adalah kalangan mampu bukan keluarga miskin. Bukan kah semakin membuat masyarakat miskin semakin terpuruk ? 

Seharusnya pemerintah memberikan pengawasan terhadap penyaluran BLSM dengan turun ke lapangan langsung. Pengawasan bisa dimulai pada awal sebelum pemberian BLSM. Bisa mencari data mana keluarga yang layak untuk menerima BLSM dan yang tidak layak menerima. Bisa mencari data dari RW atau RT setempat. Sehingga pada saat penyaluran BLSM, salah sasaran bisa di minimalisir. Serta pengawasan yang selalu dilakukan setiap penyaluran BLSM.



http://suar.okezone.com/read/2013/06/28/59/829057/blsm-salah-sasaran-siapa-pantas-disalahkan

0 komentar:

Posting Komentar

 
;