Tinkerbell Glitter
Jumat, 12 Oktober 2012 1 komentar

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN

Global warming sebenarnya sudah terjadi sejak revolusi industri, di mana penggunaan bahan bakar fosil memicu banyak emisi gas C02 ke atmosfer bumi. Asap mesin–mesin industri, kendaraan bermotor, asap rokok, penggunaan freon AC, dan penebangan hutan besar-besaran di bumi adalah beberapa penyebab global warming. Suhu udara global pada tahun 1861 saja telah meningkat 0,6 derajat Celcius. Bahkan pada dekade 1990-an pun bisa dikatakan sebagai dekade yang terhangat sepanjang sejarah, dan tahun 1998 sebagai tahun terpanas dalam catatan sejarah global. Prediksi yang dilakukan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa suhu dunia akan meningkat rata-rata 1,4- 5,8 derajat Celcius di tahun 2100 nanti. Bahkan hasil penelitian dari Oxford University menyebutkan bahwa pada tahun yang sama (2100), peningkatan suhu bumi bisa mencapai rata-rata 10 derajat Celcius.


Gambaran perubahan iklim dan banyaknya bencana yang saat ini tengah berlangsung memang merupakan dampak terjadinya pemanasan global. Semakin lama iklim bumi cenderung semakin bergeser dari pola sebelumnya dan menjadi lebih sukar untuk ditebak. Jika dilihat dari berbagai fenomena alam yang terjadi, terlihat bahwa efek negatif dari pemanasan global semakin hari intensitasnya semakin tinggi. Dengan kata lain bahwa kondisi ini membutuhkan perhatian yang khusus oleh semua pihak, termasuk oleh perusahaan.


Keberadaan perusahaan dalam masyarakat dapat memberikan aspek yang positif dan negatif. Di satu sisi, perusahaan menyediakan barang dan jasa yang diperlukan oleh masyarakat maupun lapangan kerja. Namun di sisi lain tidak jarang masyarakat mendapatkan dampak buruk dari aktivitas bisnis perusahaan. Banyak kasus ketidakpuasan publik yang bermunculan, baik yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan, serta eksploitasi besar-besaran terhadap energi dan sumber daya alam yang menyebabkan kerusakan alam.
Di dalam akuntansi konvensional, pusat perhatian perusahaan hanya terbatas kepada stockholders dan bondholders, yang secara langsung memberikan kontribusinya bagi perusahaan, sedangkan pihak lain sering diabaikan. Berbagai kritik muncul bagi konsep akuntansi konvensional, karena akuntansi konvensional dianggap tidak dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat secara luas. Hal ini mendorong munculnya konsep akuntansi yang baru, yang disebut sebagai Corporate Social Responsibility.
Corporate Social Responsibility menunjuk pada transparansi dampak sosial atas kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Transparansi informasi yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan perusahaan, tetapi perusahaan juga diharapkan mengungkapkan informasi mengenai dampak (externalities) sosial dan lingkungan hidup yang diakibatkan aktivitas perusahaan.
Hal tersebut mendorong perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat yang memunculkan pandangan baru tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal saat ini sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). Pemahaman itu memberikan pedoman bahwa korporasi bukan lagi sebagai entitas yang hanya mementingkan dirinya sendiri saja, melainkan sebuah entitas usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosialnya.
Sebagaimana hasil Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro Brazilia 1992, menyepakati perubahan paradigma pembangunan, dari pertumbuhan ekonomi (economic growth) menjadi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Dalam perspektif perusahaan, yang dimaksud berkelanjutan adalah merupakan suatu program sebagai dampak dari usaha-usaha yang telah dirintis. Ada lima faktor sehingga konsep keberlanjutan menjadi penting; (1) ketersediaan dana, (2) misi lingkungan, (3) tanggung jawab sosial, (4) terimplementasi dalam kebijakan (masyarakat, korporat, dan pemerintah), (5) mempunyai nilai keuntungan/manfaat.
Sustainable development memerlukan dua pra kondisi yaitu social responsibility dan environment responsibility. Terpenuhinya tanggung jawab sosial dan lingkungan akan lebih memudahkan tercapainya pembangunan yang berkelanjutan. Sebab sumber-sumber produksi yang sangat penting bagi aktivitas perusahaan yaitu tenaga kerja, bahan baku, dan pasar telah dapat lebih terpelihara. Ketiga konsep ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility).
Prinsip keberlanjutan mengedepankan pertumbuhan, khususnya bagi masyarakat miskin dalam mengelola lingkungannya dan kemampuan institusinya dalam mengelola pembangunan, serta strateginya adalah kemampuan untuk mengintegrasikan dimensi ekonomi, ekologi, dan sosial yang menghargai kemajemukan ekologi dan sosial budaya. Kemudian dalam proses pengembangannya tiga stakeholder inti diharapkan mendukung penuh, di antaranya adalah; perusahaan, pemerintah dan masyarakat.
Dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan ini, maka perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya (financial) saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines. Di sini bottom lines selain finansial juga adalah sosial dan lingkungan. Karena kondisi keuangan saja tidak cukup menjamin nilai perusahaan tumbuh secara berkelanjutan (sustainable).
Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila, perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Sudah menjadi fakta bagaimana resistensi masyarakat sekitar, di berbagai tempat dan waktu muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidupnya. Dan pada akhirnya keberlanjutan dan kelestarian bumi juga akan lebih terjamin.
Heka Hertanto

 http://www.arthagrahapeduli.org/index.php?option=com_content&view=article&id=703%3Atanggung-jawab-perusahaan-terhadap-lingkungan&catid=40%3Aumum&Itemid=54&lang=in
 

Rabu, 03 Oktober 2012 1 komentar

Empat Karakter Manusia dalam Alquran


Allah telah menggambarkan proses penciptaan manusia secara rinci dalam QS Al-Mukminun ayat 12-14, yang dijelaskan pula dalam ilmu sains.

Dalam sains, manusia adalah makhluk yang tubuhnya terdiri dari sel—yakni bagian terkecil dari makhluk hidup. Jaringan sekumpulan sel-sel yang serupa bentuk, besar dan pekerjaannya yang terikat menjadi satu disebut organ.

Tubuh manusia pun terdiri dari sistem, yakni sistem otot (muskularis), sistem syaraf (neruosa), sistem kelenjar (endokrin), sistem pencernaan (digestivus), sistem metabolisme, sistem cairan tubuh dan darah, sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), sistem pernafasan (respiratorius), sistem perkemihan (urinarius), sistem reproduksi, sistem kulit (integument) dan sistem pengindraan.

Tiap-tiap jenis sel secara khusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Misalnya, sel darah merah berjumlah 25 triliun mentransfer oksigen dari paru-paru ke jaringan. Terdapat 50 triliun sel yang lain dan jumlah sel dalam tubuh diperkirakan 75 triliun. Umur kehidupan sel berbeda-beda misalnya leukosit granular yang dapat hidup selama manusia hidup. Sedangkan eritrosit hanya mampu hidup sampai 14 hari.

Disamping kedahsyatan penciptaan manusia dan struktur yang ada dalam tubuhnya, manusia juga “dianugerahi” beberapa karakter buruk yang jika tidak diobati, maka akan merugikan manusia itu sendiri.

Beberapa karakter buruk manusia yang disebut dalam Alquran adalah:
1.      Pertama, mengeluh dan kikir. "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. Al-Ma’arij: 19). Disadari maupun tidak, mengeluh adalah sifat dasar manusia yang timbul saat ia tertimpa masalah atau dalam kesempitan.

Sedangkan kikir yang dalam bahasa Arab disebut bakhil, secara detail Allah uraikan dalam QS. Al-Israa’: 100. “... Dan adalah manusia itu sangat kikir.”

Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar kita selalu berdoa, “Allahumma inni a’udzubika minal bukhli (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir).”
 

2.      Kedua, lemah. Dalam Alquran, Allah mendeskripsikan dua kelemahan manusia, yaitu lemah secara fisik dan lemah (dalam melawan) hawa nafsu buruk. “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah...” (QS. Ar-Rum: 54).

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.”
(QS. An-Nisaa’: 28). Menurut Syekh Nawawi Al-Bantany, tafsir “lemah” dalam Surah An-Nisaa’ itu adalah lemah dalam melawan hawa nafsu.
 

3.      Ketiga, zalim dan bodoh. “... sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72). Kezaliman dan kebodohan manusia dalam ayat di atas disebabkan karena rusak dan kotornya bumi, karena pertumpahan darah dan ulah manusia itu sendiri yang tidak merawat bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan Allah.
 

4.      Keempat, tidak adil. Berlaku adil adalah tindakan yang terkadang kurang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaum Madyan yang tidak berlaku adil, akhirnya diazab oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Dan Syu'aib berkata, ‘Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS. Hud: 85).

Betapa pun sulitnya menghindari tabiat yang sudah Allah lekatkan dalam diri manusia, dengan bertobat dan terus berdoa kepada-Nya, niscaya Allah meminimalkan karakter buruk tersebut dari dalam diri kita. Serta memenuhi hati kita dengan cahaya iman dan hidayah untuk semangat dalam beribadah. Amin.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/07/11/m6zi4d-empat-karakter-                              manusia-dalam-alquran
1 komentar

Pentingnya Belajar Bisnis


Sering kita temukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program pilihan belajar. Hal ini terkait jaminan kerja yang minim begitu ia menyelesaikan studinya.  Tidak sedikit jumlah pengangguran di negeri kita.
Tidak peduli apakah ia mengantongi ijazah atau tidak. Bahkan lulusan sarjana ke atas masih saja kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Lalu, mengapa tidak mencoba berpikir belajar bisnis untuk mengatasi masalah ini ?
Langkah pertama untuk menentukan pilihan kita adalah melakukan riset terhadap diri kita sendiri. Apakah minat dan kemampuan kita ? Apa yang kita ingin lakukan dan apa yang baik untuk kita ? Apakah kekuatan dan kelemahan, dan yang akan membuat kita bersemangat ?
Bisnis merupakan salah satu bidang yang luas dan memiliki kompensasi yang tinggi. Ia termasuk peringkat sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari lulusan perguruan tinggi. Lulusannya memiliki berbagai kesempatan kerja di sektor swasta, sektor publik dan non-profit.
Belajar bisnis juga menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif, tantangan pemasaran dan penjualan barang atau jasa, kemampuan menangani proyek, negoisasi, dan menghasilkan penjualan.
Jika kita ingin menjadi wirausaha dan memulai bisnis kita sendiri, atau jika kita ingin menjadi seorang manajer perusahaan, mulailah berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi sebagai langkah persiapan awal yang baik.
Perusahaan yang memilki karyawan yang berbicara dengan bahasa bisnis dan memahami konsep-konsep bisnis dan teknik, maka akan memfalitasi pelatihan, meningkatkan produktivitas, membantu memfokuskan pada prioritas organisasi dan kontribusi pada bottom line.
Kita bisa mulai memeriksa beberapa program sekolah dan memilih program yang memenuhi kebutuhan kita, tantangan kita, yang menurut kita nyaman. Kita harus menghabiskan banyak waktu, tenaga dan energi untuk berhasil.
Dengan belajar bisnis, kita memiliki peluang sukses yang besar ! Pilihan karir yang hampir tak terbatas dan potensi pendaapatan yang sangat baik. Ini adalah area studi yang menggairahkan dengan aplikasi praktis untuk kehidupan yang profesional. Ini semua kemabali pada diri kita sendiri, untuk mengambil kesempatan atau menghilangkannya begitu saja.
Oh ya, jika kita sudah lewat usia sekolah, maka kita tidak prlu khawatir untuk belajar bisnis. Ini tidak harus melalui lembaga pendidikan yang formal. Kita bisa mempelajarinya dengan melakukan praktek langsung, mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mencoba berbisnis dari nol, mengikuti forum bisnis, dan masih banyak lagi. Terlebih bagi kita yang mahasiswa/siswi, pasti banyak sekali forum seperti itu di lingkungan kampus. Sayang sekali bila kita lewatkan. Karena kegiatan seperti itu pasti sangat menguntungkan untuk diri kita sendiri.
Semakin kita sering mencoba berbisnis, maka sesungguhnya itu adlah kesempatan paling efektif bagi kita dalam belajar bisnis. Tidak peduli apakah kita masih muda atau tua, pria atau wanita, kesempatan bebisnis terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha.
Peluang berbisnis bisa apa saja. Kita bisa memulainya dari baju, makanan, aksesoris, pulsa, dan masih banyak lagi.
Begitupun dengan kesempatan untuk sukses. Jika kita mau belajar bisnis, melakukannya dengan sungguh-sungguh, fokus pada bisnis kita, tidak mudah menyerah, maka yakinlah bahwa sukses sangat dekat dengan kita. Tinggal kita mau mewujudkannya atau tidak.

Sumber : http://www.anneahira.com/karir-belajar-bisnis.htm

Senin, 01 Oktober 2012 1 komentar

TAKHAYUL bagian 2


“Tapi apa Kell.. ?” bisik Olyv dengan sangat pelan
“Tapi, ta..ta..ta..pi.. Tapi.. GUE BOHOOOONG Hahahahahaha” seru Kelly sambil berlari diiringi teriakan ketiga temannya yang sudah di kerjain abis sama Kelly.

                                                                         ******
              Mereka kini  sedang duduk santai dikamar Olyv, mereka telah mandi dan makan. Waktu pun menujunjukkan pukul 19.00 WIB. Kamar Olyv bisa di bilang cukup luas dengan tatanan yang teratur, cat dinding kamarnya berwarna merah muda. Warna kesukaan para gadis seusia mereka. Kamar Olyv terletak di lantai 2 dan terdapat balkon yang mengarah ke halaman depan. Rumahnya juga terbilang cukup luas, sebenarnya bukan luas tapi tatanan yang apik sehingga memperlihatkan suasana yang luas.
“Parah lu Kell, kiarain gue lu tuh beneran ngeliat itu setan ! dodol lu Kell “
 
;